… Beberapa saat kemudian kami berpandangan agak lama, saling mengamati masing-masing. Aku yakin ia juga heran melihat wajah kami yang serupa. Lalu ia bertanya siapa sebenarnya aku, namaku dan dari mana asalku. Aku tidak bisa menjawab pertanyaannya. Aku tidak memiliki nama, dan tidak pernah punya tempat pulang atau tujuan berhenti, mereka hanya menyuruhku untuk melompati lubang-lubang yang tercipta di udara itu yang akan membawaku ke berbagai tempat dan waktu yang
berbeda-beda.
Melalui Mimpi Ia Mencari Cinta yang Niscaya, Fatah Anshori
